Studi Qawâ‘id Tafsir Lafaẓ Mutarâdif Ghaḏab dan Ghaiẕa (Penafsiran Menurut Ibnu Jarir Al-Ṯabâri)

October 16, 2019


Koordinator PKTQ Wilayah Banten 

Abstrak 

Karya ilmiah ini berfokus pada Studi Qawâid Tafsir Lafaẓ Mutarảdif makna Ghaḏab dan Ghaiẕa (Penafsiran Menurut Ibnu Jarir Al-Ṯabâri). Ghaḏab dan Ghaiẕa merupakan makna secara kontekstual yang berbeda yang berbeda. Makna Ghaḏab yang kebanyakan terdapat dalam beberapa surah Al-Qur‟an, ditujukan untuk menggambarkan marahnya Allah kepada kaum Yahudi karena mereka termasuk kaum yang melalaikan ajaran Islam. Allah murka kepada kaum yahudi karena mereka memiliki keinginan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW dan telah mendustakan ajaran-Nya sehingga Allah SWT menjadikan kaum yahudi. Namun, makna Ghaiẕa yang juga memiliki arti marah ternyata berbeda penggunaannya dalam Ayat Al-Qur‟an.Sebagai contoh dalam surah Ali Imran ayat 119 yang berbunyi “adapun orang-orang kafir mereka ketika bertemu dengan kaum muslimin mereka berkata, “kami pun beriman”, merasa sakit hati karena kokohnya persatuan kaum Muslimin dan mereka ingin berbuat dendam sampai akhirnya mereka mati karena kemarahan” menggunakan kata marah yang berarti marahnya orang kafir kepada kaum muslim sampai-sampai kemarahan mereka bergelut pada diri mereka sendiri dimana Allah menciptakan keputusasaan kepada orang kafir berupa kesedihan, kegalauan, dan kemarahan sampai akhirnya mereka pun mati dalam keadaan marah atas kemarahannya sendiri. Sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan dengan jelas bahwa penggunaan kata Ghaḏab dan Ghaiẕa memiliki makna yang berbeda. Akan tetapi, Bahasa Indonesia belum memiliki terminologi tertentu yang bisa membedakan antara Ghaḏab dan Ghaiẕa sehingga dua-duanya sama sama diterjemahkan dengan sama. 

Kata kunci : Perbedaaan makna Ghaḏab dan Ghaiẕa, Pro dan Kontra Ulama adanya Mutarảdif Al-Qur'an.

Penafsiran Menurut Ibnu Jarir At-Ṯabâri



Mungkin Anda Juga Menyukai Ini

0 comments

Dapatkan Kajian Tafsir

Visitor